Senin, 24 Agustus 2009

Perjumpaanku dengan Andrie Wongso (Motivator No. 1 Indonesia)

Saya ingin sekali berbagi pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya kepada anda. Saya mempunyai seorang idola yang sangat saya kagumi, beliau merupakan sosok pembelajar kehidupan yang sangat berwibawa. Ilmu yang diajarkan bertemakan Action & Wisdom, dimana memadukan bagaimana untuk bertindak meraih kesuksesan dengan kearifan nilai-nilai moral yang sangat bijkasana. Saya mengenal beliau dari seorang teman kuliah dulu. Dan akhirya saya menemukan sebuah website beliau yaitu andriewongso.com yang beliau kelola bersama tim yang sangat luar biasa. Website ini banyak sekali berisi artikel-artikel yang sangat menarik dan merupakan sebuah intisari rangkuman ilmu kehidupan, mengajarkan seseorang bagaimana bertindak dengan bijkasana untuk meraih sukses.

Kekaguman saya pun semakin menjadi-menjadi, saya putuskan untuk mengkoleksi buku beliau, waw.. ternyata isinya sangat luar biasa. Kisah-kisah inspiratifnya mampu menggugah hati saya untuk semakin maju dan berani menatap masa depan dengan sangat optimistis. Beliau adalah Bpk. Andrie Wongso, sang motivator no.1 di Indonesia. Beliau adalah sosok seorang ayah yang sangat bijaksana bagi keluarganya, dan seorang penggugah mental bangsa bagi Negara ini.

Yah...namun saya memiliki kendala untuk mengkoleksi buku beliau, saya tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mendapatkan buku-bukunya. Hingga pada suatu waktu ketika beliau launching buku yang berjudul “18 Wisdom & Success” di salah satu cabang Gramedia Yogyakarta, dan beliau datang untuk mengisi acara bedah bukunya. Saya pun datang ingin sekali bertemu secara langsung dengan beliau. Melihat beliau dan merasakan aura semangatnya secara langsung. Beruntung saya bergabung dengan komunitas AW di websitenya sehingga saya mendapatkan informasi acara bedah buku ini.

Ketika melihat beliau berbicara saya benar-benar merasakan energi luar biasa yang dipancarkan. Memang negeri ini sangat beruntung memiliki sosok seperti Andrie Wongso ini. Sayapun nyeletuk dalam hati “bagaimana yah kalau Bpk. Andrie Wongso ini menjadi presiden?”. Setelah acara selesai, sayapun sempat berbicara dan berfoto bareng bersama beliau. Sampai-sampai saya meminjam uang teman saya untuk membeli buku terbarunya, mumpung ada penulisnya saya bisa minta tanda tangannya secara langsung. Namun setelah membeli buku itu, satu minggu saya harus puasa hehehe.

Dalam hati saya berjanji, suatu saat nanti saya akan bertemu kembali dengan beliau dalam acara seminar yang megah. Bukan sebagai peserta, tapi saya sebagai event organizer-nya.

Setelah perjumpaan pertama itu saya selalu mencoba untuk menularkan motivasi yang saya dapatkan dari beliau kepada teman-teman saya. Eh ternyata enak juga yah jadi motivator, banyak teman yang diskusi masalahnnya dan saya mendapatkan ilmu kehidupan juga dari mereka. Singkatnya ketika saya lulus dari sebuah perguruan tinggi Farmasi di Yogyakarta, saya langsung mendapatkan panggilan kerja di Kalimantan Selatan, daerah yang sama sekali saya tidak mengenalnya. Terima kasihku untuk seorang sahabat bernama Hasan Ismail yang telah mengenalkan saya arti perjuangan hidup sesungguhnya.

Beberapa bulan bekerja disana, tepatnya Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut di sebuah daerah yang berjarak 1 jam perjalanan dengan sepeda motor dari Banjarmasin. Untuk ke Banjarmasin saya harus melewati rawa-rawa dan padang ilalang yang membuat otak saya terasa terbakar karena panasnya. Saya tidak bisa membayangkan apabila ban roda sepeda motor saya sampai bocor, mau nambal dimana.

Di malam hari, saat saya sedang istirahat (saya tidur dan makan di tempat bekerja saya). Saya meyaksikan acara kick andy di metro tv. Eh luar biasa kebetulan sekali bintang tamu yang di undang adalah Andrie Wongso. Motivator yang menginpsirasi saya untuk maju. Sayapun teringat janji saya untuk bertemu dengan beliau. Segera waktu itu menunjukan pukul 11 malam waktu setempat. Saya langsung berbicara dengan teman sekamar saya Danang Wicaksono untuk membuat sebuah acara seminar di Banjarmasin. Bak dayung bersambut ternyata dia juga mantan anggota Event Organizer di Jakarta. Segera pada malam itupun kami menysusun proposal.

Dalam penyusunan proposal itu, kami merancang anggaran dana yang dibutuhkan. Ya ampun 160 juta,, uang dari mana? Gaji saya hanya berapa, tidak cukup apabila harus bekerja 10 tahun. Tapi dengan keyakinan yang kuat kami melangkah, dalam hati selalu berteriak “ini janjiku, Yakin bisa! Pasti bisa!”. Tindakan pertama yang saya lakukan adalah mencari cara bagaimana mendapatkan nomor kontak beliau agar saya bisa menghubunginya. Esoknya saya browsing ke warnet dan membuka website andriewongso.com tapi tidak ada nomor kontak yang saya dapatkan. Sayapun memperhatikan tulisan “on line” di bagian bawah halaman web. Saya klik ternyata langsung nyambung dengan operator. Sayapun mendapatkan nomor kontak beliau melalu Ibu Lenny.

Seketika itu saya teringat dengan sebuah radio yang sangat dekat dengan Andire Wongso, SMART FM. Saya langsung meluncur dengan sepeda motor roda dua saya, menempuh perjalanan yang sangat panjang menurut saya. Meski hanya 1 jam namun sangat menyiksa, disamping hawanya sangat panas, banyak sekali truk-truk batubara yang berlalu lalang. Sungguh dalam hati saya berbisik, apabila saya terlindas salah satu truk itu mungkin saya akan dibiarkan mati membusuk di jalan. Karena tidak ada yang mengenal saya, berada sangat jauh dengan orang tua. Sebenarnya saya masih ragu, apakah bisa saya mengadakan acara sebesar itu dengan target peserta 400 orang, modal 160 juta, di sebuah tempat yang saya tidak mengenalnya sama sekali. Yah tapi naluri menuntun saya untuk bertemu dengan SMART FM Banjarmasin. Sesampainya di radio tersebut, dengan baju yang saya rasakan mulai lengket dan bau karena perjalanan yang jauh serta wajah yang kusam. Sebelum masuk saya menyiapkan wajah yang meyakinkan di depan spion sepeda motor saya. Sayapun masuk dan bertemu dengan karyawan SMART FM diantaranya saya bertemu Mas Buyung, Mba Ema dan Mba Rahma. Merekalah orang-orang yang sangat berjasa dalam hidup saya saat itu.
Saya membicarakan mengenai rencana saya untuk mendatangkan Bpk. Andrie Wongso ke Banjarmasin. Sekali lagi dayung bersambut, mereka percaya kepada saya bahwa saya mampu mengadakan acara seminar itu dengan pembicara motivator No. 1 Indonesia. SMART FM menawari saya untuk mendatangkan beliau ,sayapun setuju. Seminar itu rencananya di adakan tanggal 19 mei 2008 bertempat di banjarmasin di sebuah restoran elite. Saya semakin yakin bahwa rencana ini akan berjalan sesuai dengan apa yang kami pikirkan. Setelah selesai berbincang-bincang sayapun pamit. Tanpa sengaja ketika beristirtahat di lobi SMART FM, saya berkenalan dengan seorang Bapak-bapak paruh baya. Sayapun menceritakan perihal keperluan saya berkunjung ke radio ini. Beliau lalu memperkenalkan istrinya yang bernama Ibu Sri Kusminingsih yang akhirnya menjadi motivator saya untuk maju menyelenggarakan acara ini. Keyakinan saya semakin kuat, karena dari langkah pertama hingga kini saya tidak mendapati rintangan yang berarti. Terasa sekali Allah telah menunjukan jalan dan mempertemukan orang-orang yang akan membantu saya di tiap jalan yang saya lewati. Tapi saya masih berpikir bagaimana mengumpulkan uang 160 juta itu?.

Hanya ditemani oleh sahabat saya Danang, kami berputar-putar berkeliling Kalimantan Selatan dengan sepeda roda dua. Kami berangkat dari tempat kami tidur pukul 6 pagi hari dan pada jam 3 sore kami harus sudah berada di kantor untuk bekerja. Untung sekali perkerjaan saya mendapatkan shift sore. Dari sekian puluh perusahaan yang kami masuki proposalnya, tidak ada satupun yang mau mensponsori kami. Yah disinilah perjuangan kami di uji, setiap pulang ketika dalam perjalanan kami berteriak-teriak “YAKIN BISA!, PASTI BISA!”, saya sudah tidak bisa mundur lagi karena Bpk.Andrie Wongso sudah menyetuji acara tersebut dan undangan sudah menyebar kemana-mana. Kalau saya boleh berkata, saya ingin menyebut diri saya orang paling bodoh sedunia saat itu. Namun berkat motivasi yang diberikan Ibu Sri Kusminingsih sayapun tetap maju. Beliau adalah ketua perkumpulan HRD Club se Kalimantan Selatan.

Untug sekali ada salah seorang kenalan yang yang mengajukan proposal kerjasama kepada salah seorang yang paling kaya di Kalimantan Selatan, bahkan Indonesia mungkin. Dengar-dengar penghasilanya perbulan minimal 13 Milyar bersih. Beliau bernama Bpk H. Lihan. Tanpa berpikir panjang kami langsung datang kerumah Beliau, dan tanpa di duga-duga Beliau langsung menyetujui tanpa adanya surat perjanjian atau tetek bengek yang lain untuk memberikan sponsor senilai 40 juta atas nama PT.Tri Abadi Mandiri, perusahaan yang dimilikinya. Yah itulah hasil dari perjuangan, setelah beberapa bulan kami tidak mendapatkan sponsor, ternyata ada yang memberikan dalam jumlah besar sekaligus. Untung kami tidak menyerah sebelumnya. Dari dana sponsor itu kami gunakan untuk menutupi uang muka semua keperluan seminar. Ya ampun dalam waktu satu hari habis. Kami masih harus berpikir keras untuk mengumpulkan sisa kekurangan biayanya.

Perjuangan kami sekarang kami fokuskan kepada jumlah peserta seminar. Karena satu-satunya sumber dana yang ada adalah dari biaya kontribusi peserta. Kami mengajukan undangan ke berbagai instansi-instansi seperti Bank, Asuransi, Perusahaan telekomunikasi dll. Namun hingga satu minggu sebelum acara kami belum bisa menutupi kebutuhan jumah peserta. Tapi Alhamdulillah pertolongan datang lagi. Dengan sangat gencar SMART FM membantu menyiarkan iklan acara kami secara gratis. Dan penjualan tiket seminarpun semakin meningkat. Kamipun mendapatkan bantuan dari INDOSAT Kalimantan Selatan dalam bentuk sms yang memberitahukan kepada seluruh pelanggan Indosat Kalsel tentang acara kami. Sekali lagi saya tekankan dam hati bahwa jika saya yakin bahwa saya bisa! Pasti saya bisa!. Sayapun bertemu dengan seorang yang luar biasa juga yang bernama Bpk John Kelana. Beliau merupakan orang dekat Bpk. Andrie Wongso, Bpk John Kelana membantu kami dalam hal motivasi, ia menceritakan bagaimana perjuangannya melawan kehidupan kelamnya di masa lalu. Hingga ia sekarang memiliki usaha yang sangat berkembang. Dengan motivasi yang diberikan, saya semakin yakin bahwa target peserta akan segera terpenuhi.

Hingga empat hari sebelum acara dana yang terkumpul masih minus 40 juta, wah saya luar biasa stresnya. Makan tidak nyaman, tidurpun sangat tidak karuan. Terasa ingin bunuh diri saja, Bisa dibayangkan usia saya masih 22 tahun dan saya tinggal di sebuah wilayah yang saya tidak kenal siapa-siapa dan harus menanggung hutang sebesar itu. Bagaimana dengan masa depan saya selanjutnya apabila saya gagal? haruskah saya menjadi budak yang bekerja tanpa di gaji untuk melunasi hutang itu. Namun di tiap tekanan itu, saya mencoba untuk selalu berteriak “YAKIN BISA!, PASTI BISA!!”. Dan saya mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sayapun menghubungi semua keluarga saya melalui handpone untuk memohon doa agar diselesaikan urusan ini apapun hasilnya. Sontak Ibu saya seakan mau pingsan mendengar apa yang saya bicarakan, dan Ibu berdoa sambil menangis agar semuanya lancar.
Keajaiban itu terjadi 2 hari sebelum acara mendadak bagaikan batangan emas yang jatuh dari langit, semua kuota peserta terpenuhi. Saya sangat tidak percaya dan berpikir apakah para peserta itu adalah malaikat yang dikirimkan Allah?.yah.. Akhirnya 19 mei 2009, hari acarapun dimulai, dan sang Motivator memberikan Motivasinya “JIKA kita lunak kepada diri kita, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras kepada diri kita, maka dunia luar akan lunak kepada kita.”. sayapun dalam hati berteriak “Allahu Akbar!! Allahu Akbar!! Janjiku sudah terlaksana”. Acara inipun menjadi acara yang sangat spektakuler di Banjarmasin. Saya sangat berbahagia karena mampu membuktikan perkataan Sang Motivator bahwa “Sukses adalah hak saya, sukses bukan milik orang- orang tertentu, Sukses milik Anda, milik saya dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati!.”
Seorang yang tidak memiliki apa-apa, tidak kenal siapa-siapa di Banjarmasin, baru beberapa bulan di tempat yang tidak kenal. Namun dapat melaksanakan acara yang luar biasa ini adalah karena Keyakinan yang kuat bahwa kita mampu melakukan apapun. Dan Tangan Sang Ilahi akan melihat niat kita

1 komentar: